Fat Transfer untuk payudara

5 Juli 2019 | Verifikator Name

Memusuhi lemak? Jangan dulu. Ternyata, lemak juga dapat menjadi ‘SAHABAT’, Terumata bagi mereka yang kekurangan volume di beberapa bagian tubuhnya.

Tidak dapat dipungkiri, fat (lemak) memang menjadi ‘musuh’ yang nyata, karena kehadirannya dapat memicu berbagai penyakit. Dari segi penampilan, kelebihan lemak juga dapat membuat kita terlihat gemuk dan jauh dari sexy. Namun, jangan dulu ‘memusuhi’ lemak dan menjauhinya. Karena ternyata, lemak yang berlebih di salah satu bagian tubuh, dapat dipindahkan ke bagian tubuh lain yang membutuhkannya.

art9

Lemak dan Transfer Lemak

Sebelum melangkah lebih jauh pada masalah bagaimana men-transfer (memindahkan) lemak, Anda perlu menyegarkan ingatan dengan mengenal lemak lebih jauh.

Menurut Dr. Agus Santoso Budi, SpBP-RE dari RSUD Dr. Soetomo, lemak adalah salah satu bagian tubuh kita yang terdiri dari jaringan ikat longgar dan berfungsi sebagai cadangan energi sekaligus pembentuk hormon yang diperlukan tubuh. Lemak juga berfungsi sebagai penahan guncangan dan pelindung organ vital.

Beberapa fungsi lemak lainnya adalah menjadi suspense bagi vitamin A, D, E dan K yang berguna untuk proses biologis, serta sebagai sarana sirkulasi energi di dalam tubuh dan komponen utama yang membentuk membran semua jenis sel. Selain itu, lemak juga akan melindungi tubuh dari suhu atau udara yang ekstrim, baik panas maupun dingin.

Pada tahun 1893, seorang dokter bernama Neuber melakukan fat transfer atau pencangkokan lemak. Fat transfer adalah suatu teknik pencangkokan lemak untuk mengatasi kecacatan atau defek suatu organ yang tujuannya memperbaiki bentuk dari organ tersebut. Pada tahun 1926, Miller, melakukan fat transfer menggunakan tek-nik infiltasi dan dikembangkan kembali oleh Coleman pada tahun 1986.

art7

Fat Transfer Untuk Payudara

Dulu, pilihan untuk memperbesar payudara dilakukan dengan memasukkan implan ke dalam payudara melalui sebuah prosedur operasi yang melibatkan pembukaan kulit. Namun dengan adanya fat transfer, pasien dapat memiliki alternatif pilihan untuk memperbesar payudaranya. Dapat pula digunakan untuk memperbaiki bentuk payudara yang kecil dan berubah pasca operasi tumor atau yang lainnya.

“Prosedur ini dilakukan dengan cara mengambil lemak dari bagian tubuh yang lain dengan cara disedot, kemudian dilakukan proses pemisahan lemak dari cairan dan darah yang ikut terbawa pada saat proses pengambilan lemak,” terang Dr. Agus.

Untuk proses pengambilan lemak, Dr. Agus sendiri mengaku lebih menyukai cara manual liposuction dibandingkan dengan liposuction meng-gunakan alat, misalnya ultrasound lipo atau laser lipo. Menurutnya, “Kemudian lemak akan disaring agar hanya lemak saja yang tersisa. Setelah itu, akan dilakukan penambahan growth factor agar lemak yang di-transfer dapat hidup sekitar 80-90 persen. Lemak yang sudah ditambah dengan growth factor ini akan dimasukkan ke dalam payudara dengan cara disuntikkan.”

Lemak dapat diperoleh dari semua bagian tubuh, namun biasanya dokter akan memilih lemak yang terdapat di bagian perut bawah, paha atau pinggang, karena bagian-bagian ini umumnya merupakan tempat yang banyak mengandung lemak. Selain itu, masih menurut Dr. Agus, pemilihan tempat ini juga dimaksudkan untuk membentuk bagian-bagian tersebut agar lebih ramping. “Jadi, payudara lebih bervolume, sementara bagian perut bawah, paha atau pinggang justru menjadi lebih langsing dan sexy,” kata Dr. Agus pula sambil menambahkan, lemak akan diambil sebanyak 600cc.

art9

200 CC Lemak

Lemak akan dimasukkan pada lapisan lemak payudara atau di belakang kelenjar payudara, lapis demi lapis merata ke seluruh payudara. Bila memasukkannya tidak secara lapis demi lapis, maka akan terbentuk gumpalan atau gerombolan lemak yang menyerupai benjolan tumor.

“Memasukkan lemak idealnya hanya kurang dari 200 cc per tindakan. Bila dapat hidup sebanyak 90 persen, berarti lemak yang hidup sekitar 120 cc. Tindakan ini dapat dilakukan berulang-ulang sesuai banyaknya lemak yang ingin ditransfer. Setiap tindakan akan terlihat bagus setelah enam bulan dan hasilnya permanen,” terang Dr. Agus lebih rinci.

Kelebihan dari tindakan ini adalah tingkat keamanannya yang tinggi karena bahan yang digunakan berasal dari tubuh sendiri, sehingga tidak ada reaksi alergi atau penolakan. Selain itu, dijelas-kan pula oleh Dr. Agus, kulit juga akan semakin baik karena ada hormon yang ikut dalam proses transfer. “Sedangkan bila menggunakan implan, karena sintetis dan berat, maka kulit akan cepat kendur. Sementara dengan filler, reaksi alergi lebih banyak terjadi dan ada beberapa jenis filler yang diserap oleh tubuh lagi, sehingga payudara akan kembali ke bentuk semula.”

Sedangkan efek samping fat transfer dapat dikatakan tidak ada, kecuali kalau penyuntikannya tidak rapi, tentu akan menyebabkan timbulnya benjol-benjol, yang saat diraba seperti ada tumor, sehingga saat pemeriksaan mammografi akan rancu dengan bentuk tumor.

Pasca tindakan, satu minggu lamanya pasien harus mengenakan ‘bra sport’ agar lemak tetap berada di lokasi yang diinginkan. Aerobic dan senam dapat dilakukan setelah tiga minggu pasca tindakan.

Copyright 2019 Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Plastik